Selamat pagi… semangat pagi… semangat tiada
putusnya
Anda pernah mengaku sebagai
entrepreneur kah sekarang yang sudah berbisnis, lalu sudah pahamkah arti
sebenarnya dari entrepreneurship tersebut…
Sebelum membahas lebih detail,
yaah sedikit mau berkisah perjalanan hidup seorang anak manusia yang sampai
sekarang pun disaat mengetik tulisan ini masih dalam proses ingin menjadi orang
yang sukses seperti om Bob Sadino (sapaan akrab) yang telah meninggal dunia
pada tanggal 19 Januari 2015 di usia 82 tahun. Sedikit banyak saya juga belajar
melalu artikel-artikel yang menulis tentang sosok beliau yang bersahaja,
sedehana, ga ribet seperti diri saya yang kadang-kadang istri saya selalu
bilang.. hehe..
Saya dilahirkan di kecamatan
kecil di kotabaru yaitu Batulicin yang dulunya banyak batu yang licin..hehe.
pada tanggal 06 Juli 1984, kalo disaat saya masih SD Bapak saya salah nulis
angka lahir hingga terbalik menjadi 07 Juni 1984..hehe. yah becanda aja yaa.
Maaf memang saya agak humoris.
Saya dibesarkan pada keluarga sederhana,
yang mana selalu merapkan disiplin yang cukup tinggi, selalu saya sebagai anak
menyanggah setiap disiplin dari orang tua terutama Bapak Kayadie, beliau memang
seorang Bapak yang hebat bahkan disaat saya mengetik ini pun tak kuasa bila tak
menetes air mata ini. Dan pula Ibu Sugiatin yang selalu menjadi teman hingga
sekarang disaat saya pribadi mengalami hal yang tak nyaman maupun nyaman. Saya
dibesarkan bersama 2 orang adik saya yang bernama Ferry Budi Kusuma dan Prima
Cahyo Nugroho, 3 bersaudara sejak kecil ada namanya keributan dan suasana
umumnya bersaudara seperti yang lain.
Saya dibesarkan pula didalam
keluarga yang mana Bapak menjadi karyawan di perusahaan dan Ibu sebagai ibu
rumah tangga yang selalu membantu mengurus kami dan keluarga serta beliau
mencari tambahan penghasilan dengan berdagang bermacam-macam sesuai dengan
kebutuhan yang disekitarnya kami tinggal. Mendengar sejarah perjalanan orang
tua, yang mana bicara penghasilan dianggap pas sekali diwaktu tahun 80-90an,
hingga ibu juga harus ikut berdagang kecil-kecilan. Mungkin dari hal itulah
saya ikutan nurun jiwa usahanya sejak saya bersekolah di SMP Banjarmasin,
dimana SMP tersebut juga langganan kena air pasang dan banjir..hehe..
Disaat itu saya mau berjualan es
lilin yang dibawa dengan naek sepeda ke sekolah lalu dititipkan ke kantin
sekolah maupun koperasi sekolah, waktu itu seingat saya dijual perbiji 100
rupiah, dan siang saat pulang sekolah saya ambil kembali termos isi es lilin
tersebut. Lumayan waktu itu setiap menjualkan beberapa saya dapat uang saku
500-1000 rupiah, nilai yang cukup besar bagi saya. Waktu itu pula saya dikasih
uang saku dari ibu 500 rupiah dan itupun harus bisa menabung, kata beliau. Tulisan akan saya
lanjutkan menyelang bisnis yang saya kerjakan selama ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar